- See more at: http://kabarmalam.blogspot.co.id/2012/12/efek-kupu-kupu-terbang-di-blog.html#sthash.DVWOuQy0.dpuf

Minggu, 15 November 2015

Cerpen Tangisan Seorang Anak

                               Pada kesempatan ini saya akan menulis pengalaman pribadi saya menjadi sebuah cerpen,cerpen ini mengisahkan akibat Pertengkaran antara Ayah dan ibunya seorang anak menjadi pelampiasan kemarahan ayahnya.Cerpen ini berjudul "Tangisan Seorang Anak".



Tangisan Seorang Anak


                      Cindy adalah sosok wanita yang jail,tomboi, cerewet, dan pandai, dia mepunyai dua saudara yang sangat sibuk dengan urusan pribadinya, sehingga saudaranya tidak peduli dengan apa yang terjadi pada Cindy. Cindy tinggal di keluarga yang bekecukupan, apa yang dia mau pasti dikabulkan, tapi orang tua dan kedua saudaranya sangat sibuk,jadi di rumah sendiri itu hal yang biasa bagi Cindy.
                      
                       Pada suatu hari ketika Cindy mau berangkat sekolah, ia melihat ibu dan ayahnya bertengkar,sebenarnya Cindy sudah beberapa Kali melihat orang tuanya bertengkar, tapi Pertengkaran kali ini yang paling hebat,hingga Cindy menjadi pelampiasan kemarahan ayahnya,ayahnya membentak Cindy dengan ekspresi marah "Cindy kamu jangan sekolah lagi" Cindypun bertanya kepada ayahnya sambil menangis "kenapa Aku tidak boleh sekolah lagi yah?", ayahnya semakain marah "pokoknya kamu jangan sekolah lagi!" Kata ayahnya dengan nada yang tinggi, tanpa sebab ayahnya menampar Cindy, hingga Cindy menangis kesakitan,jam sudah menunjukkan pukul 06.30,Cindy segera berangkat sekolah,ia tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh ayahnya, Cindy tetap berangkat sekolah sambil menangis di jalan, sampai Anisa (teman yang selalu berangkat sekolah bersamanya) bertanya kepada Cindy, "kenapa kamu kok nangis?" Tanya Anisa dengan kebingungan, tetapi Cindy terus diam dan tidak mau bicara "Cindy,kamu jangan menangis, apa yang sedang terjadi denganmu? ceritakan kepadaku"Cindy hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Anisa, ia tidak mau menceritakan apa yang sedang terjadi kepadanya.
                        
                        Sampai di sekolah dia masih menangis, di sekolahnya ada kegiatan jum'at bersih,Cindy terus menangis teringat apa yang dikatakan oleh ayahnya tadi.Cindy segera menuju kamar mandi sekolahnya untuk menenangkan hatinya,karena dia tidak berhenti menangis akhirnya penyakit asmanya kambuh seketika itu ia pingsan di dalam kamar mandi sekolahnya,teman- temannya mencoba untuk membuka pintu kamar mandi tersebut, tetapi tidak bisa karena pintunya terkunci sangat rapat, salah satu temannya meminta tolong kepada guru olahraga di sekolahnya, guru olahraga itu mencoba membuka pintu kamar mandi dengan sebuah linggis,pintupun berhasil dibuka oleh guru olahraganya,setelah teman- temannya mengetahui Cindy kalau Cindy pingsan,teman- temannyapun menangis dan membawa Cindy ke UKS, teman- temannya mencoba untuk membangunkan Cindy, tak lama kemudian Cindy terbangun dan menangis lagi,salah satu temannya yang bernama Dewi bertanya kepada Cindy "apa yang sedang terjadi denganmu?, coba ceritakan semuanya kepadaku" karena Dewi adalah sahabat Cindy, iapun menceritakan semuanya kepada Dewi " tadi pagi,waktu aku mau berangkat sekolah,Ayah dan ibuku bertengkar sampai Aku ditampar oleh ayahku dan aku tidak boleh sekolah lagi "jawab Cindy dengan nada terenggah-enggah,Dewi mencoba untuk menenangkan dan menasehati Cindy " tenang cin ayahmu seperti itu karena dia sedang emosi, Allah tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan umatnya,ayo Cindy harus semangat, kamu kan anak basket tidak boleh cengeng,kata- Dewi dengan memberinya semangat dan senyuman kecil kepada Cindy, Cindypun menatap dan tersenyum kecil kepada Dewi.
                             
                           Setelah kejadian itu Cindy mencoba untuk tidak berbicara kepada kedua orang tuanya,tapi ibunya membelikan sebuah baju berwarna pink untuk Cindy, karena Cindy tidak suka warna pink ia menolak pemberian ibunya,"maaf bu,Aku tidak suka warna pink, jadi bajunya untuk kakak saja ",ibunya terus membujuk Cindy agar ia mau menerima baju pembeliannya, dengan berat hati Cindy mau menerima baju pemberian ibunya,ibunya terlihat senak karena Cindy mau menerima baju pemberiannya. Akhirnya semua kembali seperti semula,tidak ada Pertengkaran antara kedua orang tuanya, Cindypun merasa lebih bahagia karena kedua orang tuanya semakain menyayangi Cindy.

                                                                 *** SELESAI***
Sekian cerita dari saya,semoga bermanfaat bagi pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar